Ticker

6/recent/ticker-posts

UPER Bersama Kompas Gelar Seminar Literasi Digital Sebagai Langkah Hadapi Labirin Informasi

UPER bersama Kompas gelar seminar literasi digital

Universitas Pertamina sebagai Universitas Swasta Unggulan tidak ingin ketinggalan dalam membahas lebih dalam mengenai perkembangan dunia informasi digital. Bersama Kompas, UPER mengadakan seminar dengan tema “Labirin Informasi, Tersesat atau Melesat?”.

Seminar literasi digital ini memiliki beberapa pemateri yakni Adi Prinantyo selaku redaktur Kompas, Dian Hapsari selaku manager CSR PT. Pertamina (Persero), dan Yoseph Wilhelmus sebagai head of product development.

Penasaran dengan materi apa saja yang tersampaikan dalam seminar ini? Yuk, simak pembasahannya sampai akhir.

Seminar Literasi Digital oleh UPER dan Kompas

Adi Prinantyo menjadi pemateri pertama dalam seminar ini. Beliau menyampaikan bahwa di era digitaliasi dan pesatnya perkembangan teknologi mendorong informasi semakin melimpah. Hal inilah yang dimaknai dengan istilah labirin informasi.

Tidak hanya teknologi yang berubah, pengguna media sosial pun juga mengalami perkembangan yang sangat cepat. Menurut Adi, masifnya penggunaan internet dan media sosial ini menyebabkan tidak mudahnya menghindari kehancuran privasi.

Manusia sekarang menjadi komoditas atau target pada produk iklan, menimbulkan gangguan mental, maraknya berita palsu atau hoax, demokrasi terancam dengan ujaran kebencian, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, kita semua harus waspada dalam menerima suatu informasi dari internet maupun media sosial. Tersesat atau melesatnya kita sebagai penerima informasi sangat bergantung kepada kualitas berita yang tersaji.

Setelah materi pertama selesai, materi selanjutnya disampaikan oleh Dian Hapsari yang membahas mengenai strategi menuju tujuan pembangunan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, informasi dalam pemaparan materi kedua ini menjelaskan mengenai program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Pertamina (Persero).

CSR sendiri adalah program sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari perusahaan untuk lingkungan sekitar. CSR ini mempunyai banyak program seperti bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Di era yang sangat mudah dalam mengakses informasi ini, kita harus menjadi generasi muda yang waspada akan berita palsu. Menurut Dian Hapsari, masih banyak platform lain yang salah dalam menyampaikan informasi terkait CSR dalam bidang pendidikan seperti beasiswa dari PT. Pertamina (Persero).

Kekeliruan informasi tersebut karena sumber informasi tidak berasal dari PT. Pertamina sendiri. Maka dari itu, harapannya sebagai penerima informasi, seluruh generasi muda bisa teliti dan berhati-hati dalam menyaring informasi yang ada di dunia maya kini.

Pada akhir acara seminar, Dian Hapsari mengungkapkan bahwa seminar ini menjadi tempat yang tepat untuk memberikan banyak informasi bermanfaat bagi mahasiswa UPER. Harapannya, ketika PT.Pertamina (Persero) memberikan edukasi terkait program CSR, mahasiswa UPER bisa paham maknanya dan dapat ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Itulah seminar yang kaya akan ilmu sehingga mahasiswa UPER bisa menjadi lulusan yang bermanfaat untuk sekitar dan bisa lebih bijak dalam menghadapi perkembangan zaman.

Tidak hanya seminar, ada banyak kegiatan lagi yang UPER berikan kepada mahasiswanya agar semakin berkembang. Untuk informasi lebih lengkap mengenai Kampus Berkualitas di Jakarta ini, silakan kunjungi universitaspertamina.ac.id. Semoga bermanfaat!

Posting Komentar

0 Komentar